Banten adalah sebuah provinsi di Tatar Pasundan, serta wilayah paling
barat di Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini pernah menjadi bagian dari
Provinsi Jawa Barat, namun menjadi wilayah pemekaran sejak tahun 2000,
dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Pusat
pemerintahannya berada di Kota Serang. Banten memiliki budaya, makanan
tradisional dan cirri khas yang unik.
Budaya :
Di Banten memiliki macam – macam budaya, yaitu : rumah adat, pakaian
adat dan tarian daerah. Rumah adat Banten adalah rumah Badui. Kenapa ?
karena pemerintah telah menetapkan rumah adat Banten berasal dari suku
Baduy. Rumah Badui berupa panggung yang terbuat dari kerangka bamboo,
kayu nangka, kayu jati, serta batang pohon kelapa dengan beratapkan daun
nyiur ataupun ilalang dan lantai nya yang terbuat dari pelepah bamboo
yang telah dibelah. Selanjutnya Banten memiliki pakaian adat. Pakaian
tersebut di golongkan Pria dan Wanita. Pakaian adat Pria mengenakan
model baju koko dengan lehernya yang tertutup, baju nya dikenakan ikat
pinggang dan diselipkan sebilah parang di ikat pinggang tersebut bagian
depan. Serta pakaian bawahnya dilengkapi celana panjang serta diikatkan
dengan kain batik. Sedangkan pakaian Wanita nya, memakai baju adat
kebaya serta kain batin sebagai bawahan. Pakaian ini juga diselempangkan
sehelai kain di bahu dan dihiasi bros kerajinan tangan pada bagian
depan kancing kebayanya. Pada rambut di sanggul dan dihiasi dengan
kembang goyang berwarna keemasan.
Tarian daerah Banten adalah Tari Topeng. Tarian ini dilakukan oleh
satu Pria atau lebih sesuai dengan kebutuhan. Gerakkan tariini tampak
gemulai. Tarian topeng mengisahkan tentang seorang rasa yang balas
dendam karena cintanya yang ditolak. Senjata tradisional dari Banten
adalah Parang. Bentuk nya mirip golok. Tetapi, bentuk besi tersebut
semakin ke bagian runcing semakin melebar. Bahasa daerah Banten adalah
bahasa Jawa Banten dan bahasa Sunda kasar. Suku bangsa Banten adalah
Suku baduy.
Makanan khas :
Selain budaya, Banten memiliki makanan khas yang lezat di antara nya :
- Sate bandeng
Sesuai dengan namanya, sate ini dibuat dengan bahan dasar Bandeng.
Ikan Bandeng sendiri merupakan ikan dengan rasa yang sangat lezat namun
mempunyai banyak duri/tulang. Akan tetapi, tak perlu khawatir karena
daging ikan bandeng pada sate ini sudah bersih dari durinya. Dengan
bumbu yang nikmat dan daging ikan yang lezat sehingga menciptakan
perpaduan rasa yang manis dan gurih, maka sudah selayaknya kuliner khas
Serang ini banyak digemari para penduduk dan wisatawan dan kerap kali
dijadikan oleh-oleh.
- Nasi bakar sum-sum
Nasi Sum-sum merupakan nasi yang dicampur dengan sum-sum tulang
kerbau yang dimasak dengan cara dibakar. Nasi dan bumbu sum-sum tulang
kerbau dimasak secara terpisah, lalu dicampurkan dengan cara
menggorengnya. Setelah digoreng, campuran nasi dan sum-sum lalu
dibungkus daun pisang untuk kemudian dibakar. Kuliner khas Banten ini
mempunyai citarasa yang lezat, gurih dan nikmat. Makanan andalan daerah
Serang ini sudah terbilang langka, meski begitu masih ada beberapa
rumah makan di daerah Serang yang menjualnya
.
- Sate bebek
Sate Bebek merupakan salah satu makanan khas Banten yang ada di
Cibeber. Sate ini pada umumnya sama dengan sate biasa, namun pada sate
ini menggunakan daging bebek dan kuahnya bukan kuah kacang atau kuah
tepung melainkan kuah yang terbuat dai gula merah dicampur berbagai
bumbu penyedap seperti merica hitam, daun serai, kunyit, kemiri,
ketumbar dan bahan lainnya. Daging bebek yang lezat serta kuah satenya
yang manis, gurih dan nikmat membuat kuliner satu ini laris manis.
- Nasi uduk
Nasi Uduk merupakan makanan khas Serang, Banten yang banyak dijumpai
di pagi hari di sepanjang jalan Kota Serang. Nasi Uduk merupakan beras
yang dicampur dengan santan kelapa lalu dimasak beserta daun salam dan
serai, kemudian disajikan dengan potongan telur, tempe goreng dan
lainnya. Nasi Uduk ini juga diberi tambahan daging Empal yang dikenal
dengan Nasi Uduk Empal Daging dan banyak dijumpai pada malam hari di
jalan-jalan Kota Serang.
- Rabeg
Makanan khas Banten satu ini hampir dapat ditemui di berbagai daerah
dan tempat di Banten. Ya, Rabeg memang terkenal karena kelezatan
rasanya. Rabeg adalah daging dan jeroan kambing yang diolah dengan
bumbu-bumbu penyedap yang terdiri dari lengkuas, lada, kayu manis, jahe
dan penyedap alami lainnya sehingga mencipatakan rasa manis dan gurih
sekaligus pedas. Karena berbahan dasar daging kambing, Rabeg tidak
disarankan bagi penderita diabetes karena daging kambing sendiri
mempunyai kadar kolesterol yang tinggi.
- Ketan bentul/Gemblong
Ketan Bintul adalah makanan khas Banten lain yang terbuat dari bahan
ketan dengan dibungkus daun pisang dan disajikan bersama dengan
serundeng kelapa. Nasi ketan ini doleh dengan cara dikukus dan kemudian
dimasukkan ke dalam wadah sebelum akhirnya dicampur dengan serundeng.
Ketan bintul ini biasanya disajikan dengan ditemani teh atau kopi.
Berdasarkan cerita, ketan bintul ini merupakan makanan khas yang biasa
disajikan pada Bulan Ramadan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar